Jakarta, PR Politik – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo, mewakili Wakil Menteri Pertahanan RI, memberikan pembekalan strategis kepada Satuan Tugas Tenaga Kesehatan (Satgas Nakes) TNI Patriot Husada Gelombang VI. Para nakes ini dijadwalkan berangkat menjalankan misi kemanusiaan di Palestina pada tahun 2026.
Kegiatan pembekalan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Palapa, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (13/4). Satgas gelombang keenam ini terdiri dari 25 personel ahli, meliputi dokter spesialis bedah, anestesi, penyakit dalam, radiologi, ortopedi, hingga tenaga fisioterapi dan farmasi.
Penugasan ini merupakan bagian dari rotasi rutin yang dilakukan setiap empat bulan sekali. Misi ini bermula dari perintah langsung Presiden Republik Indonesia saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, sebagai bentuk komitmen nyata Indonesia dalam membantu masyarakat di Jalur Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.
Ia mengingatkan bahwa tenaga kesehatan yang diberangkatkan bukan sekadar menjalankan fungsi medis, melainkan juga membawa martabat bangsa di mata internasional.
“Penugasan ini adalah tugas mulia. Saya ucapkan selamat bertugas, jaga semangat, jaga kekompakan, dan tetap utamakan keselamatan,” ujarnya dalam arahannya.
Mengingat kondisi di lapangan yang masih sangat dinamis dan berisiko tinggi, ia menekankan pentingnya disiplin serta koordinasi yang solid antaranggota tim. Penyiapan mental dan fisik menjadi fokus utama sebelum para patriot husada ini diterjunkan ke titik penugasan.
“Situasi konflik di kawasan tersebut masih berlangsung dan bersifat dinamis. Oleh karena itu, seluruh personel diharapkan meningkatkan kewaspadaan, menjaga disiplin, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi antaranggota tim,” tegasnya.
Melalui misi ini, pemerintah berharap kehadiran Satgas Nakes TNI dapat memberikan dampak signifikan dalam meringankan penderitaan warga Palestina sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan di tingkat global.
sumber : Kemhan RI















