Jakarta, PR Politik – Rencana Presiden membentuk Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih sebagai upaya menggerakkan ekonomi perdesaan melalui pembelian produk pertanian dinilai sebagai langkah positif. Namun, menurut Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono, program ini membutuhkan persiapan yang matang agar berjalan efektif.
Saat ini, desa-desa telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berperan dalam melayani kebutuhan warga, seperti pembayaran pajak kendaraan bermotor, listrik, dan PBB. Dengan adanya Kopdes Merah Putih, Riyono menilai fungsi koperasi dapat lebih difokuskan pada aspek bisnis dan pelayanan ekonomi dengan modal awal yang cukup signifikan.
“Koperasi Merah Putih sebagai wadah bisnis dan pelayanan dengan modal awal Rp3-5 miliar secara teori sangat bagus dan bisa menggerakkan ekonomi perdesaan. Petani tentu akan diuntungkan,” ujar Riyono.
Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan pilar ekonomi perdesaan yang lahir dari semangat kebersamaan rakyat kecil. Oleh karena itu, keberadaan Kopdes Merah Putih harus diinisiasi oleh para petani, nelayan, serta pemuda desa yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi agar dapat menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi desa.
Rencana pembentukan Kopdes di 70.000 desa/kelurahan di seluruh Indonesia harus dipersiapkan dengan matang. Riyono menilai pemikiran Presiden yang berorientasi pada ekonomi desa sejalan dengan Asta Cita yang menekankan pembangunan dari desa ke kota.
“Kami di DPR meminta kepada para menteri untuk menerjemahkan dan menyiapkan dengan baik seluruh langkah teknis dan operasionalnya. Kunci keberhasilan koperasi ini adalah sumber daya manusia (SDM) yang andal. Libatkan pemuda tani, nelayan, serta ibu-ibu desa dalam pembentukannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Riyono menilai kehadiran Kopdes Merah Putih bisa menjadi solusi bagi para sarjana pertanian untuk kembali ke desa dan turut membangun sektor pertanian dari akar rumput. Program ini juga diharapkan dapat memangkas rantai distribusi yang selama ini merugikan petani akibat permainan harga oleh tengkulak.
“Koperasi desa ini bisa menjadi harapan baru bagi petani dan nelayan agar hasil panen mereka dibeli dengan harga yang layak. Pembelian langsung ke petani akan menciptakan sistem perdagangan yang lebih sehat dan keuntungan akhirnya kembali ke petani untuk membangun desanya sendiri,” pungkas Riyono.
Sumber: fraksi.pks.id















