Jakarta, PR Politik (30/11) – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis, 28 November 2024. Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi Indonesia serta proses aksesi negara ini ke OECD.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan kelanjutan dari laporan yang telah disampaikan oleh Sekjen OECD kepada Menteri Keuangan. Dalam laporan tersebut, OECD mencatat bahwa target perekonomian Indonesia hingga 2025 berada dalam jalur yang positif dan fundamental.
“Disampaikan bahwa targetan daripada perekonomian di tahun 2025 secara fundamental relatif bisa dicapai. Jadi ini sejalan dengan IMF dan World Bank,” ujar Airlangga.
Selain membahas pertumbuhan ekonomi, dalam pertemuan itu, OECD juga memberikan sejumlah masukan strategis, termasuk rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor. Beberapa sektor prioritas yang menjadi sorotan adalah digitalisasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta program unggulan pemerintah lainnya.
“OECD dapat memberikan benchmarking daripada data-data dari negara yang tercakup di dalam OECD. Kan ada 38 negara di sana,” tambah Airlangga.
Baca Juga: BKSAP DPR RI Tegaskan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina melalui FGD Solidaritas Kemanusiaan
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto dan Sekjen OECD juga membahas proses aksesi Indonesia ke organisasi internasional tersebut yang saat ini sedang berlangsung. Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia akan terus menunggu arahan Presiden mengenai langkah-langkah selanjutnya terkait dengan target waktu aksesi dan tindakan lainnya.
Dalam kesempatan terpisah, Sekjen OECD Mathias Cormann mengungkapkan sejumlah pencapaian signifikan Indonesia selama beberapa dekade terakhir, khususnya dalam hal transformasi perekonomian yang sangat positif. Cormann berharap aksesi Indonesia ke OECD akan membantu negara ini mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif. Ia juga menekankan pentingnya pencapaian visi Indonesia 2045 untuk menjadi negara dengan perekonomian berpendapatan tinggi.
“Serta menuju Indonesia menjadi negara dengan perekonomian berpendapatan tinggi yang maju pada tahun 2045 sesuai dengan visi Indonesia 2045,” ujar Cormann.
Sumber: setneg.go.id















