Perkuat Penetrasi Pasar Pasifik, Kadin Indonesia dan Vanuatu Resmi Jalin Kemitraan Strategis

Canberra, PR Politik – KBRI Canberra menjadi saksi sejarah penguatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Vanuatu melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan Vanuatu Chamber of Commerce and Industry (VCCI) pada Senin (23/2).

Penandatanganan dilakukan oleh Presiden VCCI, Antoine Boudier, sebagai tahap akhir operasionalisasi perjanjian setelah sebelumnya ditandatangani secara terpisah oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, di Jakarta. Perjanjian berdurasi tiga tahun ini menjadi kerangka formal pertama yang mengatur kolaborasi sektor swasta kedua negara, mencakup promosi perdagangan, investasi, hingga pertukaran informasi bisnis.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia merangkap Vanuatu, Dr. Siswo Pramono, menegaskan bahwa MoU ini adalah pintu gerbang bagi kolaborasi praktis yang lebih luas dan terarah bagi para pelaku industri.

“Melalui MoU ini, kita membuka pintu bagi kerja sama konkret, mulai dari promosi perdagangan dan investasi, pertukaran misi bisnis, hingga berbagi pengetahuan. Lebih dari itu, kita membangun sebuah platform yang memungkinkan para pelaku usaha, inovator, dan pemimpin industri kedua negara untuk menjajaki peluang baru dengan kompeten dan optimis,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Presiden VCCI Antoine Boudier menyoroti pentingnya kemitraan regional di tengah dinamika global saat ini.

“Di tengah tantangan global saat ini, kemitraan regional menjadi semakin penting. Melalui kerja sama terstruktur antara kedua kamar dagang, kita menciptakan saluran yang representatif, transparan, dan berlandaskan semangat kemitraan bagi dunia usaha untuk mengeksplorasi peluang bersama,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut nyata, pemerintah dan dunia usaha merencanakan pengiriman Misi Bisnis Indonesia ke Vanuatu pada Mei 2026. Misi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor prioritas secara langsung di lapangan guna meningkatkan nilai perdagangan yang pada tahun 2025 telah mencapai USD 10,5 juta dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 9,8 juta.

Baca Juga:  Evaluasi Desa Sejahtera Mandiri: Wamensos Targetkan Program Perluasan untuk Dukung Target 0% Kemiskinan Ekstrem 2026
Komoditas Ekspor Utama Indonesia Komoditas Impor dari Vanuatu
Kapal Laut Kakao / Cokelat
Besi dan Baja Barang Rajutan
Lemak dan Minyak Nabati Kertas dan Barang Cetakan
Olahan Tepung Sari Bahan Samak dan Celup

Potensi komoditas Vanuatu seperti perikanan, daging sapi, dan kopi juga menjadi target perluasan akses pasar di Indonesia dalam kerangka kerja sama ini.

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia menunjukkan komitmen persaudaraan Pasifik dengan menyerahkan bantuan perangkat internet satelit Starlink kepada Sekretariat VCCI. Bantuan ini bertujuan memulihkan konektivitas komunikasi VCCI yang terganggu pascagempa bumi besar pada akhir Desember 2024.

Langkah integrasi ekonomi ini mencerminkan strategi diplomasi Indonesia untuk terus memperdalam hubungan yang inklusif dan saling menguntungkan dengan negara-negara di kawasan Pasifik demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

sumber : Kemlu RI