Nasaruddin Umar: Kemenag Susun Kurikulum Berbasis Cinta untuk Harmoni Keberagaman

Menteri Agama Nasaruddin Umar | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Republik Indonesia sedang menyusun Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai respons terhadap arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar. KBC diharapkan dapat mendorong agama menjadi elemen yang berdaya guna dalam membangun kedamaian dan kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Kepala PKUB, Muhammad Adib Abdushomad, menjelaskan bahwa penyusunan KBC merupakan langkah strategis untuk memperkuat harmoni keberagaman di Indonesia. “Agama harus menjadi kekuatan pemersatu yang memberikan kontribusi positif dalam menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis,” ungkap Adib.

Kurikulum Berbasis Cinta ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi, saling menghormati, dan memahami perbedaan antarumat beragama. Dengan pendekatan yang berbasis cinta, diharapkan masyarakat dapat lebih terbuka dan menerima keberagaman yang ada di sekitarnya.

“KBC akan mencakup berbagai materi yang mengajarkan nilai-nilai cinta, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama. Kami ingin memastikan bahwa setiap individu, terlepas dari latar belakang agama, dapat hidup berdampingan dengan harmonis,” tambah Adib.

Baca Juga: Mohammad Hekal: DPR RI Dukung Langkah Presiden Prabowo untuk Penghematan Anggaran

Penyusunan kurikulum ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan saling menghargai. Dengan adanya KBC, diharapkan dapat mengurangi potensi konflik yang sering kali muncul akibat perbedaan keyakinan dan pandangan.

“Kami percaya bahwa pendidikan berbasis cinta ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Melalui KBC, kami ingin menanamkan nilai-nilai positif yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” tutup Adib.

 

Sumber: Kemenag.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru