Tomohon, PR Politik – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Tomohon, dan seluruh masyarakat atas komitmen mereka dalam menyelenggarakan Tomohon International Flower Festival (TIFF).
“Semangat kolaboratif inilah yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam pengembangan event unggulan daerah,” kata Menteri Widiyanti. TIFF 2025 kembali masuk ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) untuk keempat kalinya, menegaskan posisinya sebagai acara berkualitas.
Menteri Widiyanti juga menyoroti inklusivitas acara yang diikuti oleh masyarakat umum, komunitas seni, instansi pemerintah, perusahaan swasta, serta delegasi dari Jepang, Amerika Serikat, Turki, Albania, dan Filipina. Ia menyebut festival ini memberikan multiplier effect positif bagi masyarakat.
“TIFF juga telah menciptakan multiplier effect yang berdampak bagi masyarakat langsung,” tambahnya.
Acara utama festival adalah parade 30 float flower yang dihiasi bunga segar dari petani lokal, serta karnaval busana. Menpar Widiyanti berharap festival ini terus tumbuh sebagai simbol kebanggaan.
“Semoga festival ini terus tumbuh sebagai simbol kebanggaan Indonesia. Dari Tomohon kita kirim pesan kepada dunia, inilah Indonesia indah dalam keberagaman, kuat dalam sinergi, besar dalam budaya,” ujarnya.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, juga menekankan bahwa kelestarian Kota Tomohon dengan ribuan bunganya berkat kekuatan kolaborasi.
“Ini adalah tonggak penggerak pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan festival ini sebagai daya tarik wisata,” kata Yulius, yang berharap festival dapat mendorong kunjungan wisatawan, lapangan kerja, dan UMKM lokal. Salah seorang pengunjung dari Papua, Ratna Donggori, mengaku sangat antusias melihat langsung TIFF.
“Semoga TIFF lebih bagus lagi, lebih ramai lagi, partisipasi yang lain bisa diajak untuk ikut menyemarakkan dan meramaikan,” katanya. TIFF 2025 sendiri berlangsung selama lima hari dari 8-12 Agustus, diisi dengan berbagai acara pendukung.
sumber : Kemenpar RI















