Jakarta, PR Politik (21/12) – Ketua MPR RI Ahmad Muzani, bersama Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Edhy Baskoro Yudhoyono, Edhy Soeparno, dan Abchandra Muhammad Akbar, melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu malam (18/12).
Dalam pertemuan tersebut, Muzani menyampaikan apresiasi kepada OKI atas perannya yang signifikan dalam meningkatkan kerjasama antar negara-negara Islam. Ia menekankan bahwa OKI telah bekerja dengan baik dalam mengawal perjuangan negara-negara Islam menghadapi tantangan global, termasuk penyelesaian konflik di Palestina.
“Alhamdulillah hari ini kami diterima dengan sangat baik oleh Sekretaris Jenderal OKI Yang Mulia Hissein Brahim Taha di Kantor OKI di Jeddah. Kami berdiskusi beberapa hal, salah satunya mendorong komitmen OKI dalam mengawal kerjasama negara-negara Islam dan penyelesaian konflik Palestina,” kata Muzani dalam keterangannya, Kamis (19/12).
Muzani menegaskan bahwa Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, memiliki komitmen kuat dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Hal ini sejalan dengan pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia harus berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.
“Ada tiga hal yang ingin saya tekankan terkait isu Palestina. Pertama, mendorong perwujudan gencatan senjata di Gaza. Kedua, menjaga solusi dua negara (two-state solutions). Dan yang ketiga, kita tidak boleh membiarkan krisis dan konflik di kawasan lebih meluas,” ujar Muzani di hadapan delegasi OKI.
Muzani juga mendorong OKI untuk memainkan peran lebih aktif dalam mempromosikan perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan bagi negara-negara Islam dan anggotanya. Ia menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara demokratis yang kaya akan keberagaman, dapat dijadikan contoh dalam promosi perdamaian yang dilakukan oleh OKI dan organisasi lainnya ke depan.
“Untuk menggambarkan hal ini, kami membahas beberapa peristiwa dan praktik di Indonesia yang terkait dengan persatuan dan keberagaman, menekankan peran Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bukti pentingnya merangkul dan menghormati perbedaan. Kedua, kami menggarisbawahi pentingnya memprioritaskan kesejahteraan sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang kuat dan kohesif,” kata Muzani.
“Kami mendorong fokus ini karena perannya yang sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan. Ketiga, kami menekankan pentingnya mewujudkan negara Palestina yang merdeka, yang sejalan dengan aspirasi masyarakat global. Bagi Indonesia, tujuan ini merupakan amanat yang berakar dari Konferensi Asia-Afrika yang bersejarah. Meskipun waktu terus berjalan, amanat ini masih belum terpenuhi,” imbuh Sekjen Partai Gerindra itu.
Muzani juga menyinggung Konferensi Majelis Syuro Dunia yang digelar di Bandung pada tahun 2022, yang dihadiri oleh 15 negara anggota OKI dan Liga Muslim. Konferensi tersebut mendeklarasikan pembentukan Forum Majelis Permusyawaratan, Majelis Syuro, atau lembaga sejenis lainnya dari negara-negara OKI untuk direalisasikan lebih lanjut.
“Pada akhirnya, kami mengundang Yang Mulia Sekjen OKI untuk berkunjung ke MPR RI di sela-sela Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang ke-19 tahun depan di Indonesia,” tutup Muzani.
Sumber: fraksigerindra.id















