Kasus dr. Aulia Risma: Keluarga Laporkan Dugaan Perundungan dan Pemerasan ke DPR

Ruang Rapat Komisi III DPR RI | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (18/11) – Kasus kematian tragis dr. Aulia Risma Lestari, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, memasuki fase baru. Keluarga korban mendatangi Komisi III DPR RI untuk melaporkan dugaan perundungan dan pemerasan yang dialami mendiang selama menempuh pendidikan.

Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, menyatakan keprihatinannya dan mendesak penanganan mendalam atas kasus ini. Menurutnya, setiap peserta pendidikan berhak mendapatkan lingkungan belajar yang bermartabat tanpa adanya perlakuan kasar atau intimidasi.

“Tentunya ini mencoreng institusi pendidikan. Pada akhirnya, ketika seseorang itu lulus, dia akan melayani rakyat, melayani masyarakat, dan melayani umat,” ujar Nasyirul saat diwawancarai di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2024).

Politikus Fraksi PDI-Perjuangan itu juga menyoroti lambatnya penetapan tersangka meskipun lebih dari 40 saksi telah diperiksa. Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan kasus ini.

“Ini harus dihentikan, dan yang paling utama, harus ada tersangka. Kasus ini mencederai dunia pendidikan kita,” tegas legislator asal Jawa Timur itu.

Selain itu, Nasyirul mengusulkan sinergi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta APH untuk memastikan kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kita perlu berdialog dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan. Hal ini bukan hanya soal pendidikan dokter, tetapi juga berlaku untuk program pendidikan lainnya, baik S1, S2, maupun S3. Banyak kasus serupa yang mungkin belum terungkap,” tambahnya.

Kasus ini menjadi sorotan nasional setelah dugaan perundungan dan pemerasan yang dialami dr. Aulia Risma mencuat ke publik. Meski pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti, hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan.

Baca Juga:  Rocky Candra Dorong Produksi Handphone Lokal sebagai Respons Larangan iPhone 16

Kematian dr. Aulia tidak hanya menggemparkan publik, tetapi juga menyoroti perlunya perlindungan lebih baik terhadap mahasiswa kedokteran dari tindakan kekerasan di lingkungan akademik. Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kondisi pendidikan profesi dokter di Indonesia dan bagaimana upaya memastikan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.

Baca Juga: Prabowo Subianto Tekankan Peran Bisnis dan Teknologi dalam APEC CEO Summit

Sumber: dpr.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru