Informasi Kehumasan Politik

PR Politik dan Cara Partai Membangun Kepercayaan Publik
PR Politik – Dalam praktik politik Indonesia, humas partai sering disederhanakan fungsinya menjadi sekadar alat pencitraan. Ia dianggap cukup bekerja melalui rilis pers, konferensi pers, dan pengemasan pesan elite agar terdengar aman di ruang publik. Padahal, dalam perspektif ilmu komunikasi politik, humas justru menyentuh wilayah paling sensitif dalam demokrasi, yaitu kepercayaan publik. Di sinilah PR Politik menjadi penting. PR Politik bukan tentang bagaimana partai terlihat hebat di mata publik, melainkan bagaimana ia tetap dipercaya dalam jangka panjang, bahkan ketika partai sedang berada dalam posisi tidak populer. Kepercayaan semacam ini tidak dibangun dalam satu momentum kampanye, tetapi melalui proses

PR Politik Tekankan Kehumasan Politik Berbasis Reputasi dan Kerja Institusional
PR Politik — Praktisi dan Akademisi Komunikasi sekaligus Founder PR Politik Indonesia, Heryadi Silvianto, menjadi narasumber dalam kegiatan Evaluasi Tahun Pertama Kinerja Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat IX Periode 2024–2029 yang diselenggarakan di Majalengka, Jawa Barat, pada 6 Januari 2026.. Dalam pemaparannya, Heryadi menekankan bahwa kehumasan politik tidak boleh hanya bertumpu pada popularitas personal atau besarnya anggaran, melainkan harus dibangun melalui konsistensi kerja institusional, tata kelola organisasi yang tertib, serta pengelolaan reputasi jangka panjang. Menurutnya, kepemimpinan dalam kerja kehumasan bukan terletak pada jabatan struktural, melainkan pada kemampuan





