Jakarta, PR Politik – Percepatan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian yang masif menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui penguatan infrastruktur air, produksi beras tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, dengan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diperkirakan menyentuh angka 3,3 juta ton pada awal 2026.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan jaringan irigasi adalah kunci keberlanjutan produksi sekaligus peningkatan kesejahteraan petani. Menurutnya, pengelolaan air yang terencana memungkinkan petani mengoptimalkan masa tanam dan menekan risiko gagal panen akibat kekeringan.
“Faktor penentu keberhasilan ada pada peningkatan benih dan pupuk, juga dalam ketersediaan air,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resminya, Jumat (2/1).
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menjelaskan bahwa langkah masif ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Inpres ini berfokus pada perbaikan daerah irigasi yang sebelumnya 60 persen kondisinya dianggap kurang optimal.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, capaian rehabilitasi irigasi terbagi dalam beberapa tahap:
-
Tahap I: Terealisasi 99,93 persen dari target 280.880 hektare.
-
Tahap II: Mencapai 83,46 persen pada jaringan utama dan 98,66 persen pada jaringan tersier dari target 225.775 hektare.
-
Tahap III: Pelaksanaan jaringan tersier telah mencapai 87,57 persen dari target 146.503 hektare.
“Dengan adanya Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang sekitar 60 persen kondisinya kurang optimal dalam menyediakan air bagi persawahan,” jelas Hermanto.
Keberhasilan ini disebut sebagai buah dari sinergi intensif antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA). Koordinasi di tingkat daerah bersama BBWS/BWS juga menjadi faktor penentu kelancaran proyek di lapangan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Kedepannya, pemerintah tidak hanya berhenti pada rehabilitasi irigasi. Implementasi Inpres akan diperkuat dengan program Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat di seluruh pelosok Indonesia guna mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan kedaulatan pangan yang mandiri.
sumber : Kementan RI















