Jakarta Selatan, PR Politik – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan mendalam mengenai persatuan, kejujuran, dan etos kerja keras saat menyambut tiga ribu warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Acara buka puasa bersama yang digelar di kediaman pribadinya tersebut menjadi momentum refleksi moral bagi para tokoh dan perantau asal Sulawesi Selatan, Sabtu (7/3).
Dalam arahannya, Mentan Amran mengingatkan bahwa jabatan dan harta hanyalah amanah sementara. Ia menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara ucapan dan perbuatan sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan.
“Jujur, dan adil dalam bertindak. Karena kita diteropong oleh Allah. Ini hanya panggung sandiwara. 70–80 tahun kita pergi. Yang mengantar kita adalah amal kebaikan kita pada manusia. Nah Bapak Ibu, kita semua sama,” ujarnya.
Sebagai pejabat negara, Amran menegaskan komitmennya untuk tidak berkompromi terhadap pihak-pihak yang menghambat distribusi bantuan bagi rakyat kecil. Ia menceritakan pengalamannya saat menemukan petani yang masih menggunakan peralatan primitif akibat birokrasi yang macet, serta tindakan tegas yang ia ambil terhadap oknum daerah.
“Hati-hati. Suara rakyat, suara Tuhan. Kami pernah kunjungan. Ditemukan ibu-ibu mencangkul, pakai kayu. Kami panggil pemerintah dan bupati, mana peralatan yang dikirim. Saya bilang, kalau tidak dikeluarkan, kami hentikan bantuan satu provinsi dan kepala dinasnya dicopot hari itu juga,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tindakannya tersebut bukan bertujuan menzalimi rekan sejawat, melainkan bentuk pembelaan terhadap hak masyarakat bawah. “Yang katanya saya menzolimi. Bukan aku zolimi. Karena dia menzolimi rakyat kecil. Jadi kami tidak ada kompromi. Saya selalu ingat bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Mentan menilai KKSS yang memiliki anggota sekitar 16 juta orang di seluruh Indonesia merupakan kekuatan sosiopolitik yang masif. Jika kekuatan ini solid dan bergerak dalam satu visi positif, KKSS diyakini mampu memberi pengaruh signifikan bagi arah kebijakan nasional.
“Kalau KKSS ini menyatu, jumlahnya sekitar 16 juta orang di seluruh Indonesia. Kalau masing-masing bisa mempengaruhi sepuluh orang saja, itu sudah 160 juta orang. Itu bisa memberi pengaruh besar bagi bangsa ini dan bahkan merubah kebijakan Republik Indonesia,” ucapnya.
Mengakhiri pesannya, ia membagikan filosofi hidup dari desa yang ia pegang teguh: kejujuran dan dilarang mengambil hak orang lain. Ia mengajak warga KKSS untuk terus melakukan perubahan pola pikir (mindset) dan menjaga keharmonisan bertetangga sebagai fondasi kesuksesan.
“Apapun pekerjaan kita, lakukan yang terbaik. Mau jual cendol, juallah cendol terbaik. Mau jual baju, jual yang terbaik. Jangan pernah ada niat menipu. Karena menipu hamba Allah sama dengan menipu Tuhan, dan itu tidak akan berkah,” pungkasnya.
sumber : Kementan RI















