Yan Mandenas Tegaskan Penguatan Empat Pilar Kebangsaan sebagai Fondasi Persatuan Papua

Anggota MPR RI, Yan Mandenas | Foto: ANTARA

Jayapura, PR Politik – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Yan Permenas Mandenas menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan masyarakat Papua. Hal ini ia sampaikan saat menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Universitas Yapis Papua, Jumat (25/3), yang dihadiri ratusan mahasiswa dan akademisi.

Di awal penyampaiannya, Mandenas menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar — Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika — sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Pentingnya pemahaman Empat Pilar Kebangsaan di antaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam menghadapi tantangan zaman. Nilai-nilai kebangsaan harus dijaga agar masyarakat tetap bersatu meskipun ada perbedaan,” ujarnya.

Anggota Komisi XIII DPR RI tersebut juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan. Ia menyebut bahwa partisipasi generasi muda dalam kegiatan kebangsaan adalah langkah positif dalam memperkuat semangat persatuan.

“Saya sangat mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang begitu semangat untuk mengikuti sosialisasi ini, di mana adik-adik mahasiswa banyak yang mengajukan pertanyaan sangat luar biasa,” katanya.

Lebih lanjut, Mandenas mengajak generasi muda Papua untuk senantiasa menjadikan nilai-nilai luhur bangsa sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya Pancasila sebagai dasar persatuan dan pembangunan Papua ke depan.

“Saya mengajak adik-adik mahasiswa dan juga masyarakat di Papua, terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup sehari-hari dan menjaga persatuan demi pembangunan Papua yang lebih maju,“ ucapnya.

Menurutnya, Empat Pilar merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa, terlebih di Papua yang memiliki keragaman suku, budaya, dan agama. Tanpa kesadaran kebangsaan yang kuat, masyarakat mudah terpecah di tengah berbagai tantangan sosial.

Baca Juga:  Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay Umumkan Pembentukan Panja Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

“Kita harus menjadikan Empat Pilar ini sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, terutama di Papua yang sangat beragam suku, budaya, dan agama. Tanpa kesadaran kebangsaan yang kuat, kita mudah terpecah di tengah tantangan,” tegasnya.

Mandenas juga menyoroti adanya konflik sosial dan politik yang masih terjadi di beberapa wilayah Papua. Ia menilai, penyelesaian persoalan tersebut hanya bisa dilakukan melalui pendekatan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan semangat persatuan.

“Pancasila mengajarkan kita untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Ini yang harus kita pegang dalam menghadapi berbagai konflik, bukan justru memperuncing perbedaan,” tuturnya.

Ia turut menyinggung isu pembangunan, khususnya di sektor pendidikan dan infrastruktur yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Papua. Mandenas menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan dan pembangunan infrastruktur dasar guna mempercepat kemajuan dan mengurangi ketimpangan.

“Masih banyak daerah di Papua yang butuh sentuhan serius, baik dari sisi pendidikan maupun infrastruktur. Tanpa itu, kesenjangan akan terus memperlebar ketidakadilan. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mendorong pemerintah lebih serius membangun dari pinggiran,” kata legislator asal Papua ini.

Mandenas berharap melalui sosialisasi ini, generasi muda Papua semakin memahami peran penting mereka sebagai penjaga persatuan nasional serta menjadi agen perubahan bagi masa depan Papua yang damai dan sejahtera.

Kegiatan ditutup dengan sesi dialog interaktif antara mahasiswa dan Mandenas. Diskusi tersebut membahas berbagai topik, mulai dari peran pemuda dalam menjaga perdamaian hingga strategi konkret untuk memperkuat pembangunan lintas sektor di Papua.

 

Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru