Nasir Djamil Dorong Korlantas Polri Gunakan Aplikasi untuk Ingatkan Masa Berlaku SIM

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil | Foto: Istimewa

Jambi, PR Politik (12/12) – Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, mendorong Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) untuk memanfaatkan aplikasi seperti WhatsApp dalam mengingatkan masyarakat mengenai masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) yang akan habis. Menurutnya, langkah ini diperlukan karena banyak keluhan dari masyarakat yang merasa direpotkan oleh peraturan baru yang mengubah masa berlaku SIM tidak lagi sesuai dengan tanggal lahir.

“Sebenarnya kita kan sudah ada teknologi, seharusnya pihak Korlantas bersama dengan instansi dan kementerian terkait membuat aplikasi mengenai notifikasi masa berlaku SIM kepada masyarakat. Di beberapa daerah, mereka tidak diingatkan, jadi seharusnya mereka bisa diingatkan dari aplikasi. Sehingga setiap seminggu sebelum berakhir SIM-nya, mereka akan diberitahu,” urai Nasir Djamil saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses ke Provinsi Jambi pada Senin (9/12/2024).

Legislator asal Dapil Aceh II ini menambahkan bahwa jika masyarakat terlewatkan masa berlaku SIM (terlambat memperpanjang), mereka diharuskan untuk membuat SIM baru sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini tentu saja membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, terutama di tengah kesibukan bekerja dan beban ekonomi yang semakin meningkat.

“Itulah sebabnya kenapa kita ingin agar SIM berlaku seumur hidup agar mereka tidak perlu membuat SIM baru lagi. Kita bisa mencari pemasukan negara dari sektor lain, bukan dari pajak SIM yang justru memberikan beban bagi masyarakat ekonomi bawah,” tandas Nasir Djamil.

Baca Juga: Abdul Hadi Tinjau Proyek Infrastruktur di NTB, Soroti Pentingnya Bendungan Meninting

Nasir, yang telah menduduki kursi DPR RI sejak 2004, menjelaskan bahwa ide untuk menjadikan SIM seumur hidup bertujuan untuk meringankan beban masyarakat. Ia juga menerima laporan dari warga mengenai biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk memperpanjang SIM, yang merepotkan bagi kalangan menengah ke bawah. “Mungkin menengah ke atas tidak begitu masalah, tapi bagaimana dengan nasib masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah?” ujarnya.

Baca Juga:  Novita Wijayanti Imbau Pengelola Jalan Tol Antisipasi Lonjakan Arus Kendaraan Selama Nataru

“Jadi ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah, kementerian, dan kepolisian, dalam hal ini Korlantas Polri. Kami memahami alasan-alasan yang disampaikan oleh pihak Korlantas Polri terkait ide menjadikan SIM seumur hidup. Namun, mari kita tolong warga menengah ke bawah,” pungkasnya.

 

Sumber: dpr.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru