Jakarta, PR Politik (2/12) – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Surahman Hidayat, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa Polres Solok Selatan, yang menyebabkan almarhum AKP Ryanto Ulil Anshar meninggal dunia. Dalam keterangannya, Surahman menyebut insiden ini sebagai pukulan besar bagi institusi Polri dan masyarakat yang mengharapkan profesionalisme dan keteladanan dari aparat penegak hukum.
“Insiden ini merupakan pukulan besar, tidak hanya bagi Polri, tetapi juga bagi masyarakat yang mengharapkan keteladanan dan profesionalisme aparat,” ujar Surahman.
Surahman mendesak pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan yang transparan dan mendalam terkait kasus ini. Ia mendukung penuh langkah cepat dari Polda Sumbar untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas, dengan menekankan bahwa masyarakat berhak mengetahui kebenaran dan Polri harus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas institusi.
“Penyelidikan harus dilakukan secara profesional, tidak hanya untuk menegakkan hukum terhadap pelaku, tetapi juga untuk mengungkap motif dan latar belakang peristiwa ini,” lanjut Surahman.
Dalam rangka memperbaiki citra Polri, Surahman juga mengusulkan evaluasi terhadap dinamika internal kepolisian, termasuk pembinaan personil, manajemen stres, dan sistem pengawasan. Ia menegaskan pentingnya reformasi dalam tubuh Polri untuk memperbaiki konflik internal serta penguatan etika dan kedisiplinan aparat.
“Kasus ini menjadi peringatan penting bahwa aspek kesehatan mental dan pengelolaan emosi anggota Polri harus mendapatkan perhatian serius. Program pelatihan manajemen konflik dan pengendalian stres harus menjadi prioritas,” jelasnya.
Baca Juga: SPBU Nakal Rugikan Konsumen, Aleg PKS Muh Haris Desak Penegakan Hukum Tegas
Sebagai mitra kerja Polri, Surahman juga menegaskan komitmennya untuk mendukung setiap langkah yang diambil oleh Polri dalam menangani kasus ini dengan adil dan transparan. “Kami akan terus mengawasi dan mendukung langkah-langkah pembenahan, demi memastikan tidak ada lagi peristiwa serupa yang mencoreng nama baik institusi penegak hukum,” pungkasnya.
Surahman menutup dengan mengajak seluruh pihak untuk mendoakan keluarga korban dan berharap keadilan dapat ditegakkan dengan sebaik-baiknya. “Tragedi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme Polri sebagai penjaga keamanan dan keadilan,” tutup Surahman.
Sumber: fraksi.pks.id















