Produktivitas Padi Majalengka Tembus 11,5 Ton per Hektare, Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Surplus

Majalengka, PR Politik – Panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mencatatkan capaian luar biasa dengan produktivitas padi mencapai 11,5 ton per hektare. Angka signifikan ini memperkuat tren peningkatan produksi nasional dan menjadi penopang utama ketersediaan stok beras Indonesia sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan hasil ubinan di sejumlah titik, varietas Inpari 32 di Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi, menunjukkan hasil tertinggi setara 11,5 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP). Sementara itu, varietas Jangkar di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, mencatatkan hasil 10,78 ton/ha GKP.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produktivitas tinggi ini merupakan hasil dari pendampingan intensif dan perbaikan tata kelola budidaya di tingkat petani.

“Kementerian Pertanian memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, dalam posisi aman. Produksi saat ini berada di atas kebutuhan konsumsi nasional sehingga stok tetap terjaga,” ujarnya, Selasa (17/03).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat optimisme pemerintah dengan estimasi luas panen periode Februari–April 2026 mencapai 3,92 juta hektare. Potensi produksi beras pada kuartal I 2026 diproyeksikan menyentuh 10,16 juta ton, atau melonjak 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan rata-rata kebutuhan beras nasional sebesar 2,59 juta ton per bulan, volume produksi saat ini yang berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan memastikan kondisi cadangan pangan dalam keadaan surplus.

Tingginya produktivitas di Majalengka juga dibarengi dengan harga Gabah Kering Giling (GKG) yang kompetitif di tingkat petani, yakni berkisar antara Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram. Kondisi ini memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi para pahlawan pangan di daerah sentra.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan momentum panen raya ini melalui percepatan penyerapan hasil panen dan penguatan distribusi nasional. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Kementerian Perindustrian Dorong Ketahanan dan Daya Saing Industri Nasional Melalui Transformasi Digital dan Hilirisasi

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru