Peta Jalan Pendidikan: Langkah Strategis Membangun SDM Nasional Berdaya Saing

Jakarta, PR Politik (03/11) – Peta jalan pendidikan harus menjadi panduan utama bagi para pemangku kepentingan di Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter dan berdaya saing di masa depan. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya peta jalan ini sebagai acuan untuk membangun sistem pendidikan nasional yang lebih baik.

 

“Peta jalan pendidikan ini harus dimengerti dan dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan sebagai panduan dalam pembangunan pendidikan yang lebih baik ke depan,” kata Lestari dalam pernyataannya pada Minggu (3/11/2024).

 

Pada Oktober 2024, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas meluncurkan Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2025-2045. Rencana ini merupakan bagian dari Visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia sebagai negara maju pada 2045. Peta jalan tersebut merumuskan tujuh kebijakan utama untuk memperbaiki sektor pendidikan.

 

Tujuh kebijakan utama ini mencakup:

1. Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah);

2. Pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan pengembangan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics);

3. Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran;

4. Penyediaan pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan yang berkualitas;

5. Peningkatan produktivitas, daya saing, dan kemampuan kerja lulusan;

6. Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan berkualitas;

7. Penguatan sistem tata kelola pendidikan.

 

Lestari menegaskan bahwa sosialisasi mengenai implementasi teknis peta jalan di lapangan harus segera dilakukan, sehingga para pelaksana sektor pendidikan dapat mengerti dan menerapkannya. Menurutnya, peta jalan pendidikan tidak boleh hanya menjadi dokumen formal untuk memenuhi peraturan, namun harus benar-benar menjadi acuan pembangunan pendidikan yang nyata.

 

“Peta jalan ini harus mampu mendorong percepatan partisipasi pendidikan berkualitas dan adil, serta mewujudkan Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup pendidikan prasekolah hingga menengah,” ujar Lestari, yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Jawa Tengah II.

Baca Juga:  Jalal Abdul Nasir DPR RI, Ajak Masyarakat dan Pemerintah Maksimalkan Pemanfaatan Energi untuk Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan

 

Rerie juga menggarisbawahi pentingnya efektivitas penggunaan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN untuk mencapai target yang ada dalam peta jalan pendidikan. Ia berharap para pemangku kepentingan, baik dari pemerintah maupun masyarakat, dapat memahami dan mengimplementasikan peta jalan ini secara maksimal demi mempercepat pembangunan di sektor pendidikan.

 

Sebagai anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Lestari juga berharap agar upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini, menurutnya, penting untuk mewujudkan visi bangsa yang adil dan makmur sesuai harapan para pendiri negeri.

 

Dengan penerapan peta jalan pendidikan yang terarah dan terukur, Lestari optimistis bahwa Indonesia dapat mencetak SDM berkualitas tinggi, siap bersaing di era global, serta mampu membawa kemajuan bagi bangsa.

 

Sumber: fraksinasdem.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru