Jakarta, PR Politik – Pertumbuhan pembiayaan bank syariah yang tercatat lebih tinggi dibandingkan kredit bank konvensional menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis nilai-nilai Islam. Berdasarkan data Bank Indonesia per Juli 2025, pembiayaan bank syariah tumbuh sebesar 8,31 persen secara year-on-year (YoY), sementara kredit bank konvensional hanya naik 7,03 persen (YoY).
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A., menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan syariah mencerminkan arah ekonomi nasional yang semakin inklusif dan berlandaskan moralitas sosial. Ia menilai momentum ini harus dijaga dan dimanfaatkan sebagai angin segar bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
“Saya mendukung pertumbuhan bank syariah yang kini melebihi bank konvensional. Ini momentum penting yang harus diarahkan untuk mendorong pemerataan ekonomi melalui pembiayaan produktif di sektor UMKM,” ujarnya.
Habib Idrus menegaskan bahwa lembaga perbankan, baik syariah maupun konvensional, perlu memperluas penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM dan tidak hanya berfokus pada korporasi besar. Ia menambahkan, semangat keuangan syariah seharusnya tidak berhenti pada bisnis skala besar, tetapi juga harus menyentuh pelaku usaha kecil, petani, nelayan, dan wirausaha muda di berbagai daerah.
“Prinsip keadilan dalam ekonomi syariah harus tercermin dalam akses pembiayaan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Dan bukan hanya korporasi besar saja yang mendapat ruang tumbuh, tetapi juga usaha kecil yang menopang ekonomi daerah,” jelasnya.
Selain itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah, terutama dalam peningkatan literasi, pendampingan pelaku usaha kecil, serta kemudahan akses terhadap pembiayaan berbasis syariah.
Habib Idrus menilai bahwa pertumbuhan bank syariah yang berkelanjutan akan memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus menjadi instrumen strategis dalam mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah.
“Momentum pertumbuhan ini jangan hanya berhenti di angka statistik, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi umat,” tegasnya.
Fraksi PKS berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada sektor produktif dan pelaku UMKM, sehingga bukan hanya korporasi besar yang diuntungkan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan ekonomi yang adil, berkeadilan, dan berkelanjutan.















