Menteri PPPA Soroti Masalah Anemia pada Anak, Ajak Orang Tua Perhatikan Gizi

Jakarta, PR Politik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, meminta orang tua lebih memperhatikan pemenuhan gizi anak, khususnya konsumsi makanan kaya zat besi untuk mencegah Anemia Defisiensi Besi (ADB). Menurutnya, angka anemia pada anak di Indonesia sudah termasuk kategori darurat.

“Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 oleh Kementerian Kesehatan, sebanyak 23,08% anak usia 0-4 tahun mengalami anemia. Angka ini mengindikasikan situasi darurat karena World Health Organization (WHO) menetapkan prevalensi di atas 20% sudah termasuk kategori masalah kesehatan masyarakat yang kronis. Angka tersebut bukan hanya sekedar data statistik, melainkan gambaran nyata dari situasi genting yang mengancam masa depan anak – anak kita,” tegas Menteri PPPA dalam Talkshow Kolaborasi Peringatan Hari Anak Nasional 2025.

Kementerian PPPA mendorong kolaborasi lintas sektor dengan Kementerian Kesehatan RI dan Fatayat Nadhlatul Ulama (NU) untuk mengatasi masalah ini, mulai dari edukasi hingga dukungan akses makanan bergizi dan suplemen zat besi.

“Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting, terutama dalam menjangkau lapisan masyarakat paling dasar. Peran keluarga, komunitas, dan organisasi perempuan seperti Fatayat NU amat strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan anak karena Fatayat NU memiliki jaringan yang luas hingga ke desa,” kata Menteri PPPA.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, Lovely Daisy, menyoroti ADB sebagai akibat dari kekurangan gizi mikro. Ia menekankan pentingnya membiasakan makan sehat sejak dini.

“Habituasi atau kebiasaan makan sehat perlu dibangun sejak dari rumah, karena itu akan berdampak langsung pada pemenuhan gizi anak sesuai dengan usianya. Cek kesehatan gratis kita sudah langsung di sekolah – sekolah ya, lebih kepada remaja. Sementara untuk anak usia di bawah tujuh tahun, pemeriksaan bisa dilakukan di puskemas,” jelas Lovely Daisy.

Baca Juga:  Wamensos Agus Jabo Kunjungi Korban Selamat Bencana Longsor di Pekalongan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama, Margaret Aliyatul Maimunah, menegaskan komitmen organisasinya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak. “Kolaborasi ini sekaligus memperkuat peran Fatayat NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui pendekatan berbasis komunitas dan nilai keagamaaan, sesuai dengan visi – misi Kemen PPPA dalam perlindungan dan peningkatan kesejahteraan anak,” ujar Margaret.

 

sumber : Kemenpppa RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru