Sumedang, PR Politik – Dalam semangat HUT ke-80 RI, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) terus menggenjot program rehabilitasi irigasi dengan skema pompanisasi dan pipanisasi. Langkah ini bertujuan mempercepat masa tanam dan mewujudkan “Merdeka Air” bagi petani, terutama di musim kemarau.
Salah satu implementasi program ini terlihat di Desa Kudangwangi, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Di sini, lima kelompok tani berkolaborasi menggunakan bantuan pompanisasi untuk menghidupkan kembali irigasi yang telah lama tak berfungsi.
Direktur Irigasi Pertanian, Dhani Gartina, menjelaskan bahwa lahan sawah seluas 500 hektare di Ujungjaya sebelumnya hanya bisa ditanami sekali setahun akibat kerusakan irigasi. “Sementara dalam perbaikan, kami memberikan bantuan perpipaan agar para petani tetap bisa berproduksi. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Ketua Gapoktan Kudangwangi, Ade, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan pipa 12 inci dari Kementan. “Sebelum ada pipanisasi, petani di Desa Kudangwangi hanya bisa menanam sekali setahun. Kini dengan bantuan pipa 12 inch dari Kementan, kami bisa menanam padi dua kali dalam setahun. Petani sangat terbantu,” ungkapnya.
Program ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025 tahap pertama, dengan total cakupan 280.880 hektare di 13 provinsi. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya irigasi sebagai kunci swasembada pangan. Dengan adanya sinergi lintas sektor, Kementan optimistis program pompanisasi akan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan “Merdeka Air” bagi petani Indonesia, sekaligus memperkuat semangat kemerdekaan.
sumber : Kementan RI















