Surabaya Raih Peringkat Pertama Nasional Pengelolaan Sampah, Menteri Hanif Dorong Kemandirian Sektor Horeka

Surabaya, PR Politik – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi capaian gemilang Kota Surabaya dalam tata kelola sampah. Berdasarkan evaluasi kinerja tahun 2025, Surabaya dinobatkan sebagai peringkat pertama kabupaten/kota se-Indonesia dan berhak memboyong Sertifikat Menuju Kota Bersih.

Data menunjukkan Surabaya memproduksi timbulan sampah sebesar 1.810,81 ton per hari, di mana hanya 31,49 ton yang tercatat belum terkelola secara optimal. Meski demikian, Menteri Hanif mengingatkan bahwa tantangan besar masih ada pada sektor komersial.

“Surabaya sudah berada di jalur yang tepat sebagai kota yang bersih, tetapi ini belum cukup. Masih ada tantangan, khususnya di kawasan hotel, restoran, kafe (HOREKA) yang harus secara mandiri mengelola sampahnya dari hulu hingga hilir,” ujar Menteri Hanif saat menghadiri aksi bersih di kawasan Monumen Kapal Selam dan Sungai Kalimas, Surabaya.

Menteri Hanif menekankan bahwa infrastruktur canggih tidak akan berfungsi maksimal tanpa adanya transformasi perilaku masyarakat. Ia mendorong agar pengelolaan sampah menjadi budaya yang dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga.

“Setiap sampah yang tercecer menunjukkan kegagalan kita. Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari untuk semua pihak, tanpa terkecuali. Infrastruktur saja tidak cukup tanpa partisipasi aktif masyarakat,” tegasnya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut positif arahan pusat terkait kewajiban dunia usaha dalam mengelola limbahnya secara mandiri. Langkah ini diyakini dapat meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang selama ini tersedot untuk penanganan sampah sisa konsumsi.

“Dengan arahan Pak Menteri agar dunia usaha wajib mengelola sampahnya sendiri, termasuk di perkampungan, Surabaya akan semakin bersih dan sekaligus mengurangi beban anggaran daerah untuk penanganan sampah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gus Imin: Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Segera Terwujud untuk Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

Penghargaan yang diraih saat ini dipandang sebagai batu loncatan menuju raihan piala Adipura. Pemerintah pusat menuntut kerja nyata dari semua pihak, terutama kemandirian sektor Horeka dan kedisiplinan warga dalam memilah sampah di rumah masing-masing.

“Perjalanan menuju Adipura masih membutuhkan kerja nyata dan kerja keras dari semua pihak. Mari kita jadikan Surabaya sebagai teladan nasional. Dengan kolaborasi dan komitmen nyata, kota ini tidak hanya akan bersih, tetapi juga mampu meraih Adipura, sekaligus mendorong kemandirian dunia usaha untuk mengelola sampahnya sendiri dan membangun budaya bersih di masyarakat yang bisa diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

sumber : Kemenlh RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru