Pasokan Minyak Goreng Ramadan 1447 H Aman, Kementan Pastikan Stok CPO Nasional Terkendali

Jakarta, PR Politik – Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin produksi dan cadangan Crude Palm Oil (CPO) nasional dalam posisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. Kepastian ini menjadi krusial mengingat mayoritas minyak goreng di Indonesia berbahan baku CPO, di mana kecukupan pasokan hulu sangat menentukan stabilitas harga di pasar.

Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, mengungkapkan bahwa stok pada kuartal pertama 2026 telah disiapkan untuk merespons kenaikan permintaan yang secara historis melonjak antara 10 hingga 15 persen saat periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, terus diperkuat guna mencegah potensi hambatan distribusi dari pabrik hingga ke tahap pengemasan,” katanya.

Selain untuk konsumsi domestik, Kementan juga memastikan kekuatan sektor hulu sawit mampu menopang kebijakan energi nasional melalui Program Mandatori Biodiesel B40/B50 tanpa mengganggu kuota bahan baku minyak goreng.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa ketersediaan minyak goreng bagi rakyat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

“Kami memastikan produksi CPO nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan. Di saat yang sama, komitmen terhadap program biodiesel tetap berjalan secara terukur dan terkendali,” ujarnya.

Guna menjaga ritme pasokan tetap stabil, Kementan mengandalkan sistem pemantauan digital untuk melacak distribusi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS), khususnya di wilayah sentra seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Berdasarkan data stok per 31 Januari 2026, posisi cadangan nasional berada dalam kondisi terkendali. Pemerintah juga terus memacu produktivitas lahan melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Baca Juga:  Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tersengat Listrik di Aceh Tengah, BKSDA Beri Peringatan Keras

“Kunci stabilitas ada pada produktivitas. Melalui PSR dan pendampingan teknis, kita dorong peningkatan hasil panen per hektare agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan industri dan konsumsi domestik,” tambahnya.

Dengan sinergi data spasial dan pengawasan ketat di lapangan, pemerintah optimis kebutuhan minyak goreng curah maupun kemasan (Minyakita) akan terpenuhi dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat sepanjang masa Lebaran mendatang.

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru