Mohamad Hekal: Danantara Jadi Langkah Strategis Indonesia dalam Investasi Nasional

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mohamad Hekal | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mohamad Hekal, menyoroti pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai langkah strategis untuk memperkuat investasi nasional. Menurutnya, kehadiran Danantara akan membantu Indonesia lebih mandiri dalam menarik investasi global serta mengoptimalkan pengelolaan aset negara.

“Baru saja kita menyaksikan dibentuknya Danantara. Ini langkah kita untuk take charge dalam investasi. Daripada tiap tahun kita dengar menteri investasi cerita mau naikin investasi sekian-sekian, sekarang kita ambil peran. Jangan terus-terusan mengemis investasi dari luar,” ujar Hekal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Banggar DPR RI di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Hekal menegaskan pentingnya memastikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap konsisten dalam menyumbang dividen bagi negara sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih efisien. Ia menilai bahwa dengan adanya Danantara, BUMN tidak perlu lagi menjual aset untuk memenuhi kebutuhan dana, melainkan justru harus memperkuat pengelolaan aset yang menghasilkan pendapatan bagi negara.

“Kalau dulu kesulitan uang, BUMN harus jual aset. Sekarang nggak ada cerita itu lagi. Malah kalau bisa, aset apa yang bisa kita beli? Aset yang bisa generating karena kita ingin BUMN ini terus berkontribusi,” tegasnya.

Selain membahas strategi investasi, Hekal juga menyoroti efisiensi anggaran pemerintah agar dapat menghasilkan manfaat maksimal tanpa mengurangi kualitas layanan publik. Menurutnya, efisiensi anggaran bukan berarti kontraksi ekonomi, melainkan harus diarahkan untuk menghasilkan outcome yang lebih baik.

“Mungkin Pak Kiki boleh menyampaikan kolaborasi sedikit tentang efisiensi yang berdampak kepada outcome yang lebih bagus, karena itu sebetulnya tujuan yang ingin kita capai. Bukan niatannya adalah untuk kontraksi ataupun malah manipulasi,” kata Hekal.

Baca Juga:  Aleg NasDem Cindy Monica Apresiasi Kebijakan HPP Gabah Kering Panen Rp6.500/kg dan Dorong Stabilitas Harga Pangan

Dalam forum yang sama, Hekal turut mengoreksi pernyataan Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ia menegaskan bahwa kenaikan PPN hanya berlaku untuk barang yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan tidak mencakup jasa pendidikan maupun kesehatan.

“Saya harus koreksi juga, Ibu Esther, karena saya nggak mau narasi yang tadi Ibu sampaikan malah cenderung menyebar lagi. PPN yang dinaikkan kan hanya yang terkena PPnBM tadi, jangan disebut lagi soal jasa sekolah, jasa kesehatan, karena itu nggak ada. Nanti malah ada demo-demo lagi,” jelasnya.

Hekal juga mengkritik pola belanja negara yang dinilai kurang produktif. Ia menyoroti kebiasaan pemerintah yang sering mengalokasikan anggaran untuk proyek-proyek yang kurang esensial menjelang akhir tahun.

“Saya ini sebelum jadi anggota DPR sering geli sendiri. Kok di bulan-bulan tertentu pemerintah suka buang-buang duit buat ngorek-ngorek aspal, ngorek-ngorek trotoar. Barang yang nggak perlu-perlu dikerjain melulu,” ungkapnya.

Dengan hadirnya Danantara, Hekal berharap pengelolaan investasi nasional dapat lebih optimal sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada investasi asing dan dapat mengelola aset negara dengan lebih mandiri serta produktif.

 

Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru