Kenaikan Gaji Guru dan UMP Disambut Positif, Anggota DPR Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo

Anggota Komisi XI DPR RI, H. Fathi | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (2/12) – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto menaikkan Gaji Guru dan pekerja mulai tahun 2025 mendapat sambutan positif dari Anggota Komisi XI DPR RI, H. Fathi. Dalam kebijakan tersebut, Gaji Guru ASN akan naik setara satu kali gaji pokok, sementara Guru Non-ASN akan menerima tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan. Selain itu, Upah Minimum Provinsi (UMP) juga akan dinaikkan sebesar 6,5 persen.

“Langkah ini adalah angin segar, terutama bagi tenaga pendidik yang merupakan ujung tombak masa depan bangsa. Tidak hanya itu, kenaikan UMP menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan menciptakan keadilan ekonomi,” ujar Fathi di Bandung, Jumat (29/11).

Ia menekankan bahwa kebijakan ini akan berdampak langsung pada daerah pemilihannya, yakni Bandung dan Cimahi. Fathi berharap kenaikan tersebut dapat membantu guru dan pekerja menghadapi tekanan inflasi serta kebutuhan hidup yang terus meningkat.

“Kenaikan ini diharapkan mampu membantu para guru dan pekerja, terutama dalam menghadapi tantangan inflasi serta kebutuhan hidup yang terus meningkat,” tuturnya.

Meski demikian, Fathi mengingatkan pentingnya implementasi kebijakan yang tepat. Ia menyoroti aspek penganggaran dan distribusi yang harus berjalan lancar agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Nazarudin: Usulan Polri di Bawah Kemendagri atau TNI Dinilai Khianati Reformasi

“Terutama dari sisi penganggaran dan distribusi. Jangan sampai ada hambatan birokrasi yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Fathi, kesejahteraan guru dan pekerja adalah fondasi penting untuk pembangunan yang berkelanjutan. Dengan ekonomi yang kuat dan rakyat yang sejahtera, ia optimistis daerah seperti Bandung dan Cimahi akan semakin berkembang.

Fathi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang dari kebijakan ini, sambil tetap membuka ruang dialog untuk mengatasi tantangan yang mungkin muncul. “Saya optimistis tahun 2025 akan menjadi titik awal yang baik untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese Pererat Hubungan Indonesia-Australia

 

Sumber: fraksidemokrat.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru