Jakarta, PR Politik – Langkah Pemerintah Republik Indonesia melakukan ekspor beras perdana sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi mendapat apresiasi luas dari kalangan akademisi dan pengamat pertanian. Capaian ini dinilai sebagai bukti valid bahwa Indonesia telah berhasil mengamankan swasembada pangan yang berkelanjutan di tengah dinamika global.
Rektor Perbanas Institute, Prof. Hermanto Siregar, mengungkapkan bahwa ekspor ini dipicu oleh lonjakan produksi dalam negeri yang luar biasa pada periode 2025/2026. Ia mencatat surplus beras tahun ini mencapai angka fantastis sekitar 17 juta ton.
“Produksinya luar biasa bagus. Swasembada tahun ini merupakan yang terkuat sepanjang sejarah, dan stok beras pemerintah telah mencapai 4,2 juta ton,” ujarnya, Kamis (5/3).
Meski memuji angka statistik yang impresif, Hermanto memberikan catatan kritis agar keberhasilan ekspor ini linear dengan peningkatan taraf hidup para petani di lapangan. Menurutnya, tata kelola stok yang baik harus memastikan keuntungan ekonomi kembali ke tangan produsen pangan.
“Ini yang kita tunggu, sehingga ke depan apa yang dilakukan petani benar-benar bisa kembali ke petani. Harus ada dampak nyata terhadap pemasukan dalam negeri dan kesejahteraan para petani,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, pengamat pertanian dari IPB University, Prima Gandhi, menilai ekspor beras perdana di tahun 2026 ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Keberhasilan ini terjadi di saat stabilitas global sedang diuji oleh konflik di Timur Tengah.
Menurut Gandhi, ekspor ini menandai keberlanjutan program peningkatan produksi pertanian di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mampu mencetak cadangan beras terbesar dalam sejarah nasional.
“Ekspor ini adalah bukti nyata bahwa swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dengan manajemen stok yang melampaui rata-rata, Indonesia kini siap memperkuat peran di pasar global. “Lompatan produksi kita sangat jauh di atas rata-rata. Kalau stok dan pasokan dalam negeri terjaga, maka ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia di pasar global,” pungkasnya.
sumber : Kementan RI















