Dorong Kesetaraan, Kemenperin Gandeng Startup Top Loker Buka Akses Kerja Inklusif di Sektor Manufaktur

Semarang, PR Politik – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat peran industri manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional, dengan menekankan pada aspek inklusivitas. Salah satu langkah nyatanya adalah memastikan penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan kerja yang setara untuk berkontribusi secara produktif dalam ekosistem industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pembangunan industri harus berlandaskan prinsip keadilan sosial. Mengingat sektor manufaktur menyerap 20,26 juta tenaga kerja hingga Agustus 2025, ruang partisipasi bagi disabilitas menjadi prioritas strategis.

“Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian berkomitmen memastikan agar pembangunan industri juga membuka ruang partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat berkontribusi secara produktif dan mandiri dalam ekosistem industri nasional,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (2/2).

Sebagai implementasi visi tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menggandeng startup Top Loker menggelar kegiatan “Pengembangan Inklusi Sektor Manufaktur untuk Disabilitas” di SLB Negeri Semarang, 28 Januari 2026. Program ini bertujuan memangkas hambatan akses informasi dan kesenjangan kompetensi yang selama ini dihadapi penyandang disabilitas.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menjelaskan bahwa keterlibatan startup seperti Top Loker—yang merupakan juara pertama program Startup for Industry Kemenperin 2022—sangat krusial untuk menjembatani talenta disabilitas dengan kebutuhan riil pabrik.

“Kami bersama startup Top Loker menginisiasi kegiatan ini sebagai wadah yang membuka kesempatan dan peluang bagi teman-teman disabilitas untuk dapat berkarya dan berpartisipasi di sektor industri,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 45 siswa kelas XII SLB dari berbagai daerah di Jawa Tengah dipertemukan langsung dengan 24 perusahaan manufaktur dari sektor agro, elektronik, hingga tekstil. Pertemuan ini memungkinkan industri untuk melihat langsung keunggulan karakter penyandang disabilitas yang dikenal tekun dan konsisten.

Baca Juga:  Survei IndoStrategi: Mentan Amran Sulaiman Masuk 10 Menteri Terbaik, Kinerja Pertanian Jadi Penopang Kepuasan Publik

“Perusahaan manufaktur akan berdiskusi langsung dan menjalin komunikasi berkelanjutan dengan kelompok disabilitas yang didampingi oleh SLB Negeri Semarang dan Top Loker,” tambah Reni. Ia menekankan bahwa inklusivitas bukan sekadar menggugurkan kewajiban regulasi, melainkan investasi SDM untuk produktivitas jangka panjang.

CEO Top Loker, Josep Teguh Santoso, turut mendorong kesadaran kolektif di kalangan pelaku industri. “Kami ingin semakin banyak pelaku industri yang peduli dan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan berkembang,” pungkasnya. Melalui kolaborasi antara Kemenperin, dunia pendidikan, dan startup teknologi, diharapkan lingkungan kerja di sektor manufaktur menjadi semakin ramah dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru