Sukoharjo, PR Politik – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meninjau langsung program Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Pemberdayaan Ekonomi yang dikelola oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (2/4). Inisiatif ini dinilai sebagai terobosan konkret dalam menyelaraskan kelestarian lingkungan dengan kemandirian ekonomi masyarakat.
Program yang berfokus pada budidaya maggot (Black Soldier Fly) ini diapresiasi oleh Mendag sebagai langkah cerdas dalam mentransformasi limbah rumah tangga menjadi komoditas bernilai tambah tinggi.
Kegiatan ini mengadopsi konsep ekonomi sirkular melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sampah organik yang selama ini menjadi beban lingkungan, kini diolah menjadi pakan ternak berkualitas dan pupuk organik ramah lingkungan melalui bantuan larva maggot.
Mendag Budi Santoso menekankan bahwa model bisnis berkelanjutan seperti ini memiliki dampak ganda (multiplier effect) bagi ketahanan nasional, antara lain:
-
Ketahanan Pangan: Menyediakan sumber protein pakan alternatif yang terjangkau.
-
Substitusi Impor: Mengurangi ketergantungan pada pakan ternak berbahan baku impor.
-
Wirausaha Baru: Membuka peluang usaha mikro bagi masyarakat lokal, khususnya ibu-ibu anggota ‘Aisyiyah.
Mendag menyatakan dukungannya agar inisiatif pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan ekonomi ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia. Dengan demikian, tantangan sampah di tingkat domestik dapat diatasi sekaligus mendorong munculnya wirausaha baru yang berwawasan lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag didampingi oleh jajaran pejabat teras Kementerian Perdagangan, antara lain Sekretaris Jenderal Isy Karim, Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Johni Martha, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat N.M. Kusuma Dewi.
Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengawal sektor perdagangan dalam negeri agar semakin inovatif dan mampu menjawab tantangan isu lingkungan global melalui pendekatan ekonomi yang inklusif.
sumber : Kemendag RI















