Farah Puteri Nahlia Tinjau TPA Heleut Majalengka, Dorong Pengelolaan Sampah yang Lebih Ramah Lingkungan

Anggota Komisi I DPR, Farah Puteri Nahlia | Foto: Istimewa

Majalengka, PR Politik – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Farah Puteri Nahlia, meninjau langsung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Heleut di Desa Heleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Rabu (23/10/2025). Dalam kunjungannya, Farah mengaku prihatin melihat tumpukan sampah yang telah menggunung selama hampir tiga dekade tanpa sistem pengelolaan pasca pembuangan yang memadai.

“TPA Heleut sudah beroperasi hampir 30 tahun, namun hingga kini belum ada sistem pengelolaan lanjutan yang jelas. Ini tentu menimbulkan banyak persoalan lingkungan,” ujar Farah kepada wartawan di lokasi.

Politisi muda PAN itu menyoroti bahwa persoalan utama di TPA Heleut bukan sekadar soal tumpukan sampah, melainkan juga dampak lanjutan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar — mulai dari kebakaran lahan, pencemaran sumber air akibat air lindi, hingga keluhan warga yang kesulitan mengakses air bersih.

“Banyak warga yang mengeluh karena air bersih makin sulit diperoleh. Saya akan mengawal masalah ini ke tingkat pusat dan siap berkolaborasi dengan Bupati Majalengka untuk mencari solusi terbaik,” tegas Farah.

Farah menilai, Majalengka perlu segera memiliki program pengolahan sampah berkelanjutan agar persoalan serupa tak terus berulang. Ia berkomitmen untuk mendorong hadirnya teknologi dan sistem pengelolaan modern yang ramah lingkungan, termasuk pengolahan berbasis prinsip ekonomi sirkular dan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Sementara itu, Bupati Majalengka H. Eman Suherman menyambut positif kunjungan Farah dan mengapresiasi kepeduliannya terhadap isu lingkungan di daerah.

“Perhatian Bu Farah terhadap persoalan sampah ini luar biasa. Saat ini kami memang sudah menutup izin pembuangan ke TPA Heleut karena kondisinya tidak lagi layak,” ujar Eman.

Eman menjelaskan, pemerintah daerah kini fokus melakukan landfill control atau pengendalian lahan dengan menutup area pembuangan menggunakan tanah serta menggalakkan Gerakan Bersih-bersih (Geber) setiap Jumat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga:  Sudian Noor Soroti Jemaah Lansia Tanpa Pendamping, Minta Kemenag Beri Atensi Khusus

“Kehadiran Bu Farah memberi semangat baru bagi kami. Beliau siap membantu program pengelolaan sampah berbasis 3R — Reduce, Reuse, Recycle. Kami berharap dukungan ini bisa mempercepat hadirnya mesin dan teknologi pengolahan modern, apalagi Menteri Lingkungan Hidup sekarang berasal dari PAN,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru