Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti, menggelar pertemuan bilateral dengan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, H.E. Khalid Jassim Alyassin, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (14/7). Pertemuan tingkat tinggi ini difokuskan pada penguatan kemitraan ekonomi kedua negara melalui perluasan penetrasi perdagangan, investasi bilateral, serta kolaborasi di sektor industri produk halal.
Selain membahas kerja sama sektoral, agenda strategis ini juga diarahkan untuk melakukan akselerasi penyelesaian draf perundingan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara-negara Teluk yang tergabung dalam Indonesia–Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement (I-GCC FTA).
Ia menekankan bahwa Kuwait memegang peranan sebagai mitra dagang yang sangat penting bagi Indonesia di kawasan Teluk, didukung oleh hubungan diplomatik dan persahabatan kedua negara yang telah mengakar kuat dalam kurun waktu lama.
“Kuwait merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Teluk dan memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin lama,” ujarnya di sela-sela pertemuan di Jakarta.
Pemerintah Indonesia melihat peluang besar untuk mengawinkan potensi pasar kedua negara demi memperkuat rantai pasok produk halal di kancah internasional. Nilai perdagangan komoditas muslim ini diproyeksikan melonjak jika instrumen I-GCC FTA resmi disepakati.
“Indonesia dan Kuwait memiliki potensi besar menjadi mitra strategis dalam mengembangkan ekosistem halal global,” tegasnya mengenai proyeksi pasar masa depan tersebut.
Otoritas perdagangan domestik optimistis bahwa dengan terjalinnya komunikasi yang intensif, penyelesaian hambatan dagang antarnegara dapat segera diurai, sekaligus membuka keran investasi yang lebih luas bagi para pelaku industri manufaktur nasional di kawasan Timur Tengah.
sumber : Kemendag RI















